Langsung ke konten utama

Meski Kesenjangan Sosial Selalu Ada, Pendidikan Tidak Pernah Membedakan Kelas

Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari...

Bahasa Pengaruhi Mata Kanan


Bahasa tidak hanya digunakan sebagai sarana berkomunikasi dan berhubungan dengan ucapan saja. Respon mata dalam memandang sesuatu juga dipengaruhi oleh bahasa. Akan tetapi, pengaruhnya hanya untuk mata kanan. Para peneliti di University of California menguji hipotesis, yang menyatakan bahwa bahasa berperan dalam mengatur persepsi atau pandangan seseorang, dengan cara melakukan serangkaian tes warna. Dari tes tersebut, mereka menemukan bahwa manusia mampu mengenali warna lebih cepat dengan mata kanan dari pada mata kiri. Hasil temuan mereka dimuat dalam Proceedings of the National Acedemy of Sciences, mereka menyatakan bahwa hal tersebut terjadi karena tubuh bagian kanan diproses oleh otak yang mengendalikan bahasa. Teori bahwa bahasa mempengaruhi persepi adalah bagian dari hipotesis Sapir-Whorf dalam ilmu bahasa. Menurutnya, terdapat hubungan sistematik antara bentuk tata bahasa dari perkataan seseorang dengan bagaimana pemahaman orang tersebut terhadap dunia dan tingkah lakunya. Misalnya, orang yang menggunakan bahasa Inggris membedakan dengan jelas batas warna hijau dan biru tidak seperti orang Mexico yang berbahasa Tarahumara. Mereka tidak membedakan penyebutan kedua warna tersebut. Dalam penelitian itu, para peneliti meminta tiga belas orang untuk mengidentifikasi warna sebuah lingkaran diantara lingkaran-lingkaran warna lainnya. Pada percobaan pertama, seluruh lingkaran berwarna biru dan salah satunya dengan tingkat ketajaman berbeda. Dalam percobaan kedua, digunakan dua warna, hijau dan biru. Para sukarelawan ternyata lebih cepat mengenali perbedaan warna pada percobaan kedua jika menggunakan mata kanannya. Adapun pada percobaan pertama tidak ada perbedaan kecepatan. Para peneliti yakin hal tersebv terjadi karena kedua warna memiliki nama yang berbeda pada percobaan kedua. Selain itu, otak mampu mengidentifikasi warna lebih cepat ketika terlihat di daerah penglihatan tertentu. Untuk memperkuat temuan ini, tim peneliti melakukan percobaan lagi, tetapi meminta para sukarelawan untuk berlatih mempengaruhi fungsi bahasa di otak. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan kecepatan mengenali warna antara mata kanan dan mata kiri berkurang. Para peneliti menyatakan, temuan ini mendukung hipotesis Whorf, tetapi hanya berlaku untuk mata kanan. Penelitian sebelumnya juga pernah dilakukan untuk mengetahui pengaruh bahasa terhadap persepsi, namun dengan meminta jawaban ya atau tidak dalam penelitian tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMPURNA

Alhamdulillah. (Tidak pake SESUATU) Terima kasih ya Rab. Ada perasaan CEMAS, BINGUNG, Dan bahkan JENUH dengan hidup ini. Tapi entah kenapa, Saya merasa sangat sempurna hari ini. Bagaikan Badut-badut jalan menyapa. Hanya sebungkus Kacang tak bermerk yang saya beli di jalan pulang tadi, Segalas minuman dingin warna kecoklatan yang terasa agak asem dan kadang payau yang dituang dari botol kecil, Dan ditemani 19 lagu Galau dari WestLife (Close Your Eyes, dll) yang berbunyi Keras tanpa penyadap suara. Tak ada yang istimewa yang membuatnya patut dibanggakan, Tak ada yang lucu yang mengharuskan hati ini tertawa. Tapi yang membuatnya SEMPURNA adalah KASIH SAYANG Atau mungkin hanyalah sebaris DOA Kasih sayang tak bertahta Doa yang tak tahu datang dari siapa ? Dengan alasan apa ? Dan entah kapan datangnya ? Wallahualam (Image Source at My Ramsis UH)                    ...

PERGILAH

Pulang kampus setelah kuliah hari ini terasa sangat berbeda, tidak seperti biasanya saya harus tunggu dan naik pete-pete sendiri dengan penuh kegalauan atau bahkan jalan kaki ke pintu dua. Karena hari ini saya merasakan kebersamaan yang begitu indah dengan 4 orang yang nyambung sama saya walaupun hanya beberap menit dalam pete-pete menuju pintu dua. Teman saya yang religius “Abul” terpaksa menuju ke rumah saya karena ia tak sadar ia telah melewati rumah yang seharusnya ia singgahi sesuai rencana awalnya. Di rumah, Abul member uang buat beli kopi dan snack, kami sempat ngopi bareng dan cerita masalah kuliah, pengalaman, bahkan privasi masing-masing. Selesai magrib, dengan bermodal keberanian, saya meminjam motor paman kemudian mengantar Abul ke British English School, tempat yang seharusnya ia datangi tadi sore. Di sana kami disambut dengan senyuman hangat dari sepupu Abul. Hanya beberapa menit duduk, saya pamit pulang duluan karena saya merasa tidak enak pakai motor paman agak l...

Masa-masa Galau Setelah Menyelesaikan S2

Alert: Jika kata 'galau' terkesan pesimis, alangkah baiknya menyebut dengan 'masa-masa (harus) penuh kesabaran'. Berbulan-bulan berlalu setelah menyelesaikan studi dan tiba di Indonesia sempat membuat cukup galau, lebih galau dari pada masa-masa setelah S1 karena (1) tanggung jawab lebih besar dan (2) teman seperjuangan tidak seramai selepas S1 dulu. Berusaha ikut kegiatan ini itu – setidaknya bisa berusaha menjadi bermanfaat bagi orang lain – dan mencari peruntungan ke sana sini. Mungkin saya terlalu santai ketika baru tiba pada awal Februari 2018, belum terlalu memikirkan kerja, bahkan tidak juga mengajukan penyetaraan ijazah LN ke Dikti. Saya mengisi masa-masa awal dengan sharing baik dengan teman-teman FLP maupun di luarnya perihal pengalaman kuliah di luar negeri, dan tentu perihal bagaimana menulis di media bisa memudahkan mendapatkan beasiswa LDPD. Awal Maret saya mendaftar unpaid internship di Kedutaan Besar Australia Jakarta. Aplikasi di...