Pandemik Covid-19 yang entah kapan ujungnya berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Pembatasan jarak sosial pun mengharuskan kampus melaksanakan perkuliahan secara daring, sistem perkuliahan yang mungkin tidak asing ditelinga kita sejak dulu, namun banyak dari kita yang tidak siap baik secara psikologi maupun secara fasilitas. Salah satu ketidaksiapan itu terlihat dari kita yang mungkin awalnya kebingungan menggunakan beragam platform pertemuan daring, lalu kemudian terjebak dalam fase "kecanduan". Karena perubahan yang tiba-tiba inilah, berbagai kampus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru demi mengadaptasi sistem perkuliahan daring yang diharapkan dapat memudahkan baik pengajar maupun mahasiswa. Ada yang membuat kebijakan sekadar berupa aturan-aturan pelaksanaan, ada pula yang langsung memberikan kebijakan berupa solusi atau aksi nyata misalnya memberikan subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Tapi apa pun itu, yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontra dari...
Bismillahirrahmanirrahim. Sekitar empat tahun yang lalu, saat saya masih mengenakan putih abu-abu rapi, rambut juga disisir rapi dan tak pernah dibiarkan tumbuh melewati daun telinga. Seseorang yang tak bisa disebutkan namanya yang saya kenal melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) memperkenalkan tentang dunia blog. Tidak secara langsung sebenarnya, karena berawal dari postingan-postingannya yang di share ke timeline Facebook, kemudian saya iseng-iseng membuka tulisannya. Ternyata keren, meski ia sekedar mengisahkan kegiatan-kegiatannya tapi ia mampu menyulapnya menjadi kisah yang luar biasa. Berawal dari situ, saya juga memberanikan diri ke warnet kemudian mebuat blog yang namanya sedikit alay “www.cerdasaktif.blogspot.com” mirip-mirip modul mate-matika Lalu saya isi dengan tulisan-tulisan seadanya, bahkan pernah juga saya “copas” dari blog orang lain. Kemudian ganti url menjadi “www.mencariahmad.blogspot.com” . Ah, biarlah setidaknya saya bisa mem...